Bar sko Jakarta
Untuk kesekian kalinya saya menginjakkan kaki di Jakarta. sejak tanggal 26 sampe 27 Desember kemarin.
Ngapain?
Tujuan utama saya ke Jakarta adalah Raker (Rapat Kerja) *nggaya mode
n*. Rencana awal, saya berangkat ke Jakarta naik bis, bareng-bareng sama rekan-rekan yang lain. Tapi dipikir-pikir, klo saya naik bis, nanti sampai Jakarta malah tidak jadi raker, soalnya udah mabok-mabokan di bis, sehingga sampe Jakarta pasti lemes gemulai dan kemungkinan besar rapat dibatalkan gara-gara saya tidur (setelah hoek-hoek semaleman di bis).
Akhirnya saya putuskan naik kereta api. Telpon ke reservasi Stasiun Tugu, tanya kereta pemberangkatan jenazah kereta untuk tanggal 25 Desember sore sudah habis tiketnya, yang ada tinggal Kereta Eksekutif Gajayana, berangkat dari jogja jam 23.30, dan tentu saja tiketnya harganya muahal.
Setelah tanya-tanya Om BB (adhine Ibuk), saya disaranin untuk naik Senja Jogja, berangkat tanggal 25 jam 19.30, dan tentu saja bayar sama pak kondekturnya langsung. Sempet mikir juga waktu mau mutusin ini, meskipun ini satu-satunya cara. Mencari referensi trik bayar di kereta, akhirnya dikasih tau sama Kicrut (teman kuliyah), bahwa dia tiap naik kereta pasti gitu, bayar Rp.20.000,- sama kondektur.