tantos

nek wedi ojo wani-wani, nek wani ojo wedi-wedi
Browsing Learning by Playing

How To Hide Gimp Toolbox in The Window List

October10

[ad#ad-postimage]

Sometimes when you open The Gimp, it shows 3 window list (main window, toolbox window, and docks window) in the panel. It happen because you are activating compiz and not setting it yet.

gimp

This is very wasful space and not eye catching in your panel.
Read the rest of this entry »

Mozilla Prism : Web Application mirip Desktop Application

September6

Saat ini perkembangan aplikasi/software telah mengarah ke web-application. Dari aplikasi Billing, Calender, Rekam Medis, Rumah Sakit, Puskesmas, bahkan aplikasi office-pun sudah di web-based-kan oleh Google dengan Google Docs nya. Mangstab kan?

Bicara soal web-based application, tentu tak lepas dari peran serta web browser, yang digunakan untuk mengakses aplikasi itu sendiri. Mozilla Firefox merupakan web browser paling banyak dipakai pengembang untuk membuat aplikasi web-based, selain open source, juga karena dukungan add-ons yang luar biasa dari para pengembang.

Penggunaan browser itu sendiri juga menjadi salah satu keterbatasan pengembangan web application. Sebagian aplikasi tidak membutuhkan fitur-fitur yang terdapat pada browser yang hanya memperbesar memory yang digunakan untuk menjalankan browser itu sendiri.

Read the rest of this entry »

Menyembunyikan Toolbox Gimp

May21

Ketika membuka Gimp, terkadang akan tampil 3 window list pada taskbar, yaitu

  1. Main window
  2. Toolbox window
  3. Docks window

Mungkin ini agak mengganggu, dan boros-borosin space taskbar saja. Sebenarnya, window list ini hanya tampil 1 saja kalo kita ga ngaktifin compiz, jadi permasalahannya adalah pada compiz yang tidak menyembunyikan Utility window.

Read the rest of this entry »

Memilih (antara) Monitor LCD (dan CRT)

November9

Antara LCD dan CRT
Sebelum Anda menentukan pilihan antara LCD(Liquid Crystal Display) dan CRT(Cathode Ray Tube), sebaiknya Anda membaca tulisannya mister Priyadi berikut contingan temen2nya. Secara garis besar, yang perlu diperhatikan dalam memilih antara monitor LCD dan CRT adalah : pemakaian listrik dan lama penggunaan, jenis penggunaan, dan tentu saja budget yang ada di kantong. Spesifikasi antara LCD dan CRT jelas berbeda, jadi tidak bisa untuk membandingkan.

Untuk pemakaian listrik, monitor LCD jelas lebih ngirit. Monitor LCD BenQ FP71 G+S (17″;) mengkonsumsi listrik 40 watt(max), sedangkan CRT 15″ yang dulu saya gunakan membutuhkan daya 65 watt. Jadi LCD lebih ngirit listrik daripada CRT, hal ini akan terasa jika jumlah komputer yang digunakan banyak.
Berdasar salah satu komentar di blognya mister Priyadi, monitor CRT warnanya lebih baik dan benar, jadi jika Anda seorang desainer, disarankan menggunakan monitor konde(CRT). Namun jika Anda seorang programmer(yang biasanya mojok di t4 gelap dan 2 hari 2 malam tidak beranjak dari depan komputer), saya sarankan menggunakan LCD, karena lebih aman dari radiasi u/ mata Anda.

Meskipun berdasar pertimbangan2 diatas Anda sudah menentukan untuk memilih monitor mana yang sesuai untuk Anda, namun hal yang paling menentukan dalam hidup Anda adalah uang Anda, xixixixi. Harga minimal untuk monitor LCD berkelas sekitar 1.5jt (15″;). Untuk duit segitu, Anda sudah bisa mendapatkan CRT 17″. Dan monitor LCD 17″ harga berkisar 2 jt-an, untuk dana segitu, Anda sudah bisa mendapatkan Core 2 Duo E6300 Allendale 1.86, hehehe…, opo hubungane jal?

Memilih Monitor LCD
Jika Anda sudah yakin akan menggunakan monitor LCD, sekarang saatnya untuk menentukan pilihan dari berbagai merek dan spesifikasi yang tersedia di pasar, dan sekali lagi hidup Anda ditentukan oleh duit Anda, hehehe.

Berikut beberapa hal yang perlu menjadi pertimbangan dalam memilih monitor LCD :

Pixel pitch.

Resolution.
Adalah maximum resolusi yang bisa ditampilkan. Untuk LCD 17″ biasanya bisa mencapai 1280×1024.

Brightness.
Semakin besar Brightness, semakin bagus LCD

Contrass Ratio.
Perbandingan antara hitam yang paling gelap dan putih yang paling terang. Semakin tinggi perbandingan, warna yang ditampilkan semakin detil. Jadi semakin tinggi perbadingan, maka LCD smakin bagus.

Response Time.
Adalah waktu yang dibutuhkan dari kondisi on ke off(falling time) dan off ke on(raising time). Falling time yang lambat biasanya meninggalkan ghosting time di layar(warna putih berbentuk titik). Response time biasanya digunakan u/ aplikasi yang bergerak cepat(game). Semakin kecil Response time, semakin bagus monitor LCD.

Viewing Angle.
Adalah maximum sudut untuk melihat monitor dengan tetap mempertahankan isi tampilan. semakin besar viewing angle, meskipun Anda harus melihat monitor dari belakang-pun, tetep keliatan tuh yang ditampilkan, asal pake cermin, xixixi…, jk.

Input Signal.
Saat ini, colokan monitor ada 2 jenis(es far es ai no), yaitu VGA dan DVI. DVI lebih baru dari-pada VGA. Katanya DVI bisa menampilkan gambar lebih baik untuk monitor LCD(kalo ini belum saya coba). Yang jelas, DVI lebih modern dab!.

Oh, ya, jangan lupa perhatikan lama garansinya loh…

Cek spek2 tersebut pada masing2 vendor, karena toko (di jogja) jarang memiliki spek monitor LCD. Yang menghasilkan monitor antara lain : LG, BenQ, Prolink, GTC, dan ViewSonic. Untuk referensi harga, silakan cek di bhinneka.com atau telpon toko komputer sekitar Anda (ga ada salahnya kok klo cuma bertanya…;)
Namun, secara bodhon, dalam memilih suatu barang adalah “Ono rego ono rupo”, xixixi, ga usah bingung2 liat spek, asal dana tak terbatas, barang yang bagus pasti didapat.

Sekedar berbagi pengalaman, saya menggunakan BenQ FP71 G+S dengan VGA nVIDIA GeForce 6150(bawaan DFI Invinity C-51 PV), dengan resolusi 1280×1024(max) menghasilkan gambar lebih halus daripada menggunakan resolusi yang lebih kecil. Untuk resolusi 1152×864 dan dibawahnya, tulisan ataupun gambar masih tampak pecah.

Dan sekali lagi, dana adalah penentu hidup Anda!.

Resource :
Blog mister Priyadi
Brosur Samudra Komputer Jogja

Mbikin per-user Web Directory

September16

Tulisan kali ini akan mengulas tentang bagaimana membuat web directory secara terpisah untuk masing-masing user. Hal ini digunakan untuk shared host/ hosting terbagi/ 1 mesin untuk banyak pengguna, sehingga dapat lebih efisien.
Account user yang digunakan ini memanfaatkan account user bawaan linux.
Sebagai gambaran awal, misalnya pada server terdapat user :
agung,
yoyok, dan
hanunk.
Maka URL untuk mengunjungi webnya agung adalah http://localhost/~agung, begitu seterusnya untuk yoyok dan hanunk.
Jika Anda menghendaki virtual host, misalnya http://localhost/~hanunk menjadi http://hanunk.com, Anda bisa baca tulisan sebelumnya untuk konfigurasi virtual host.
Tulisan ini udah dicoba pada Fedora Core 5, dan berjalan lancar…

Aturan maen :
1. Tulisan hanya ditujukan untuk FC 5, jika anda menggunakan distro lain, silakan menyesuaikan.
2. Direktori user berada di /home/, sehingga untuk user yoyok direktorinya adalah /home/yoyok/.
3. User web direktori untuk masing-masing user bernama public_html, sehingga file2 webnya agung berada pada direktori /home/agung/public_html/, begitu seterusnya untuk user lain. Jika direktori folder public_html belum terbentuk, silakan buat sendiri secara manual.

OK kita mulai…
Pertama
Buka httpd.conf di direktori /etc/httpd/conf/

Kedua
Cari baris , perhatikan baris2 di bawahnya.
Hapus baris Userdir disable pada tag tersebut.
Hilangkan tanda pagar di depan baris Userdir public_html

Read the rest of this entry »

« Older EntriesNewer Entries »