Daripada tidak posting, posting TA ajah
Adalah lebih baik posting daripada tidak posting sama sekali,
Dan Ini adalah postingan saya kali ini,
Adalah TA saya kemarin yang cukup merepotkan ketika pengen lulus D3 Rekam Medis
Adalah lebih baik posting daripada tidak posting sama sekali,
Dan Ini adalah postingan saya kali ini,
Adalah TA saya kemarin yang cukup merepotkan ketika pengen lulus D3 Rekam Medis
Alhamdulillah, akhirnya selesai juga pembuatan grafik barber johnson menggunakan PHP, meskipun masih belepotan disana sini. Oh, ya, Terimakasih atas bantuan dan do’a dari berbagai pihak, terutama para reference (ranocenter; Dr. Soejadi, DHHSA; Pak Sis Wuryanto; dan Bu Aji).
Sebelumnya…
Grafik Barber Johnson merupakan sebuah grafik yang digunakan untuk mengetahui tingkat efisiensi pemakaian tempat tidur rumah sakit.
Grafik ini terdiri dari 4 garis, yaitu garis BOR, AvLOS, TOI, dan garis BTO. Biasanya didalam grafik barber johnson terdapat sebuah area yang biasa disebut DAERAH EFISIEN. Daerah Efisien ditentukan dengan nilai-nilai standar dari ke-empat parameter tersebut. Nilai-nilai Standar keempat parameter tersebut adalah :
BOR : 75%
AvLOS : 3-9 hari
TOI : 1-3 hari
BTO : 30 kali
DAERAH EFISIEN digunakan untuk membantu pembaca untuk menentukan apakah dengan nilai-nilai keempat parameter tersebut, pemakaian tempat tidur di sebuah rumah sakit sudah efisien atau tidak. Apabila titik temu keempat garis tersebut berada pada daerah efisien, maka pemanfaatan tempat tidur sudah efisien, begitu pula sebaliknya.
Langsung saja, kalo mau pake grafik ini, silakan panggil aja lewat browser, atau aplikasi Anda yang terhubung dengan sebuah jaringan internet. Misalkan nilai keempat parameter tersebut adalah :
BOR : 60%
AvLOS : 6 hari
TOI : 4 hari
BTO : 36.5 kali
Lama Periode : 365 hari (1 tahun)
Nama Rumah Sakit : Rumah Sakit Jiwa
Maka untuk mendapatkan grafik, letakkan tag :
<img src=”http://tantos.web.id/grafik_barber_johnson/?bor=60&avlos=6&toi=4&bto=36.5&periode=365&rs=Rumah%20Sakit%20Jiwa” />
pada dokumen HTML Anda.
Atau panggil saja lewat browser atau apapun aplikasi Anda : http://tantos.web.id/grafik_barber_johnson/?bor=60&avlos=6&toi=4&bto=36.5&periode=365&rs=Rumah%20Sakit%20Jiwa
Selamat Pake ![]()
PEMBUATAN SISTEM INFORMASI REKAM MEDIS
DI RUMAH SAKIT UMUM PKU MUHAMMADIYAH BANTUL
Sistem informasi rekam medis di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Bantul masih memiliki banyak kelemahan dan kekurangan dalam hal pengoperasian, sehingga mengakibatkan pelayanan menjadi terganggu. Selain itu laporan eksternal (RL2a dan RL2b) yang dihasilkan tidak sesuai dengan Sistem Pelaporan Rumah Sakit Revisi V dan tidak valid, sehingga untuk membuat laporan eksternal yang benar harus melalui proses yang tidak efisien.
Penelitian ini dimaksudkan untuk membuat sistem informasi rekam medis yang dapat memenuhi kebutuhan Instalasi Rekam Medis di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Bantul dalam hal kemudahan pembuatan laporan dan validitas laporan yang dihasilkan.
Hasil yang dicapai pada penelitian ini adalah sistem informasi rekam medis yang dapat mempersingkat proses pembuatan laporan dan dapat menghasilkan laporan eksternal yang valid dalam artian data yang didapatkan dalam bentuk laporan sesuai dengan data yang diinputkan dan sesuai dengan buku Sistem Pelaporan Rumah Sakit Revisi V.
Kata kunci : Sistem Informasi Rekam Medis, Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Bantul, Electronic Medical Record, Web Application, Web Based Information System.
Beberapa waktu yang lalu saya diajak teman ke Puskesmas Umbulharjo 2 Yogyakarta, yang minta bantuan untuk liatin spesifikasi hardware & software guna mendukung kebutuhan dalam penelitian untuk tugas akhir. Beberapa waktu sebelumnya saya diberi gambaran umum tentang sistem yang ada dan cara sistem bekerja. Sistem tersebut adalah sistem informasi puskesmas online atau lazim disebut simpus online. Dengan simpus online diharapkan 1 pasien dapat berkunjung ke berbagai puskemas di Yogyakarta dengan menggunakan 1 nomor. Tentu selain itu ada berbagai manfaat lain, seperti apabila dinas membutuhkan laporan, maka akan segera didapatkan tanpa perlu memanggil para pembuat laporan pada masing-masing puskesmas.
?
Meskipun sudah ada simpus online, transaksi di puskemas tersebut masih menggunakan sistem manual karena simpus online memiliki banyak kelemahan. Kelemahan yang paling mendasar adalah ‘sistem berjalan lambat’. Mengapa lambat?
Akhirnya, ilmu yang saya pelajari ketika masih kuliah dengan Pak Sis Wuryanto (padahal durung lulus) dipake juga ketika bikin Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit di RSUD Sekarwangi, SUkabumi.
Yaitu salah satu ilmu dasar rekam medis : menghitung BOR, AvLOS, TOI, dan BTO!
Angka-angka ini merupakan dasar dalam pembuatan Grafik Barber Johnson. Untuk pembuatan grafik Barber Johnson pernah saya bahas pada waktu jaman dahulu, tapi artikelnya sudah ilang. Kapan-kapan klo sempet akan saya bahas lagi berikut script untuk membuatnya, OC DAB!
Sebelumnya saya segarkan ingatan Anda (bagi lulusan Rekmed yg udah lupa) atau saya kasih tau (bagi yang belum tahu) tentang ke empat variabel tersebut :
BOR : Bed Occupacion Rate (Angka rata-rata tempat tidur terisi dalam satu tahun)
Tempat tidur yang dimaksud adalah tempat tidur di ruang rawat inap.
Angka BOR ideal berkisar antara 75% – 85%
P = O X 100/A
AvLOS : Average Length of Stay (Angka rata-rata lamanya seorang pasien dirawat)
Angka AvLos ideal : 3 – 12 hari
L = O X 365/D
TOI : Turn Over Interval (Angka rata-rata sebuah tempat tidur tidak terisi)
TOI ideal : 1 – 3 hari
T = (A-O) X 365/D
BTO : Bed Turn Over (Tingkat penggunaan sebuah tempat tidur dalam satu tahun)
BTO ideal : lebih dari 30 kali
B = D/A
Keterangan :
O = rata-rata tempat tidur terisi dalam 1 tahun
D = Jumlah pasien yang keluar dalam 1 tahun
A = Jumlah tempat tidur
Masih bingung?sama, saya pun bertanya-tanya, bagaimana memperoleh nilai O, D, dan A.
Secara umum, variabel-variabel tersebut dapat Anda peroleh jika perawat Rumah Sakit Anda melaksanakan Sensus Rawat Inap dengan baik dan benar, kemudian bagian Rekam Medis merekapnya.
Cara mendapatkan nilai O :
Lakukan sensus harian dulu kemudian akan mendapatkan angka lama dirawat per hari.
lama dirawat = pasien awal+pasien masuk+pasien pindahan-pasien dipindahkan-pasien keluar hidup-pasien keluar mati
jumlahkan lama dirawat tersebut selama satu tahun.
O = total lama dirawat/365
Cara mendapatkan nilai D :
D = pasien dipindahkan+pasien keluar hidup+pasien keluar mati
Cara mendapatkan nilai A :
Masuk ke ruang-ruang rawat inap, hitung sendiri jumlah tempat tidur yang ada! Klo males, silakan tilpun perawat masing-masing bangsal…
Jika masih ada yg salah, mohon dikoreksi, tp jika masih bingung, itu adalah kehendak Yang Maha Kuasa, jadi…, disyukuri saja.
NB : Angka 365 merupakan jumlah hari dalam tahun tersebut.
REFERENSI :
Soejadi, DR, DHHSA, 1996, Efisiensi Pengelolaan Rumah Sakit, Katiga Bina: Jakarta.
Wuryanto, Sis, Amd Perkes, SKM, tanpa tahun, Grafik Barber Johnson, Pormiki: Yogyakarta.