Nek Wedi Ojo Wani-Wani, Nek Wani Ojo Wedi-Wedi
Mencoba mengingatkan kembali makna ini, Nek Wedi Ojo Wani-wani, Nek Wani Ojo Wedi-wedi. Sebuah kalimat pendek yang ndak tau asal-usulnya (nek nganggo boso jowo yo jelas seko jowo to dab?). Dalam bahasa indonesia bisa diterjemahkan : Jika takut, jangan berani-berani, Jika berani, jangan takut-takut. Hahaha, malah wagu yo…
Kalimat itu mengingatkan saya kepada Mas Adham, kala itu seorang wartawan di salah satu surat kabar di Jogja. Dan kabarnya sekarang sudah jadi redaktur di harian tersebut (selamat mas). Saya bertemu Mas Adham ketika KKN di Kecamatan Kraton (sekitar 2 tahun lalu), Yogyakarta (sebelah barat Alun-alun utara, kidul Mesjid Gede). Beliau alumni penduduk situ, sekarang tinggalnya di wilayah Sleman.
Suatu saat Mas Adham memberi wejangan tersebut kepada saya : Nek Wedi Ojo Wani-wani, Nek Wani Ojo Wedi-wedi. Sebuah pukulan bagi saya yang kadang-kadang ragu untuk melakukan sesuatu atau untuk tidak melakukan sesuatu, setengah hati memutuskan ya atau tidak, ya tapi mikir/takut/bingung duluan, mau berkata tidak tapi juga takut/takut menyesal. Manusia juga kadang malah menikmati sebuah pekerjaan/tanggung jawab dalam kondisi ‘nggantung’. Beberapa manusia senang (dalam artian tidak segera diselesaikan/dikerjakan) dalam kondisi tersebut, yaitu ketika sudah memutuskan untuk ‘YA’, nyatanya masih setengah hati melaksanakannya.
Wejangan serupa misalnya Nek Hooh, Hooh, Nek Ora, Ora.
Wejangan tersebut mengajak kita untuk mundur 1 langkah dari perasaan ragu-ragu atau ketika akan membuat sebuah keputusan, lalu berkata YA atau TIDAK!, bahasa linggisnya DO IT or LEAVE IT!
Matur nuwun buat Mas Adham, maaf, belum mengembalikan buku ‘Beringin’ karena saya belum berani bertemu dengan Mas Adham. Sekarang, omongan saya sudah saya buktikan dengan mendirikan Rumah Belajar Sahabat. Insya Allah segera saya meluncur ke rumah panjenengan.
Dan matur nuwun mas Surono yang sudah mengingatkan saya dengan menulis komeng di http://tantos.web.id/blogs/tantos-web-id-sudah-over-dosis/comment-page-1#comment-14588
Related posts:
ak tahu krungu wejangan ikie neng pos milan dab …
@paris

neng pos satam? sopo dab sek mejangi?
mm…mungkin maknanya serupa dengan man jadda wa jada kali ya bii
barang siapa yang bersungguh sungguh, maka ia akan berhasil. jd intinya, nek mau ya mau, nek ga ya ga usah aja. nek bener2 mau, lakukan dan petik hasilnya, nek ga ya uda, to?? hehe
hahahaha ,, nek di indonesia ke pancen krungune wagu yo mas dab.. tapi keren kok maknane ,, ahihi
mantap dab… hihihihi

sami kalih mungalipun bpakipun rencang kulo mas dab

Hello,
i want to say thank you for a great job you’ve done on your blog.
I have a software download website and I also write articles for people to help them with their computers and software. Is it possible to place this article on your blog as a guest post?
Regards,
Andy G.
It’s very great post. This is really helpful.Thanks for sharing it.
gak mudeng blas aku