tantos

nek wedi ojo wani-wani, nek wani ojo wedi-wedi

Ilmu Tepung dan Ilmu Titen

September18

Cak NunHahaha, akhirnya, saya bisa datang di Maiyah Padhang Mbulan September 2009, setelah absen selama berbulan-bulan.

–Sebuah Pengantar
Bahwa Maiyah kali ini juga dihadiri wong ilang, yaitu orang Madiun yang mengadu nasib di Jakarta, kemudian dalam rangka mudik, dia mampir ke jogja untuk menuju semarang menjemput adiknya lalu bareng-bareng menuju Kota kelahiran (adoh tenan meh bali ae). Dia juga biasa datang di Maiyah Kenduri Cinta, alhamdulillah de’e wis rodo mambu menuju tobat (lagi mambu tur rodo lho Yud!).
Jam 5 pagi HP saya bunyi ada sms. Saya yang sedang tidak tidur, membiarkan HP bunyi terus, lagi males buka sms, lha wong nyonya e tidur, ndak mungkin sms. Setelah sekitar 20 menit baru tak buka, ternyata wong ilang sms saya, “Aku wis tekan jogja”. Masya Allah Yud!

Karena saya males untuk menjemput ke stasiun Tugu, tak suruh saja dia ngojek menuju Purwomartani, Kalasan. Tapi ternyata dia ndak mau (utekmu deleh ngendi to Yud?), dia lebih memilih tinggal di sebuah Wisma samping gang sempit di daerah Sosrowijayan a.k.a Sarkem, Masya Allah, bulan puasa dab, bulan puasa…

Selama jam 05.00-21.15 saya tidak tahu apa yg terjadi dengannya atau apa yang dia lakukan, jadi tidak saya ceritakan disini, takut membuka aib orang :)

Lalu jam 21.15, dia tak jemput di daerah tersebut, kemudian bareng Dandik & Rifki menuju Kasihan, Bantul. Mangkat Dab!
*sst, ada yang ketinggalan, hanunk bbc super duper alibier ndak jadi ikut, wawawawawa

—ketika Maiyah
Malam itu, Cak Nun mencoba menyadarkan kita pada ilmu tepung.

Cak Nun memulai dengan bahwa sebenarnya pohon, hewan, batu, manusia terbuat dari bahan yang sama, hanya saja komposisinya berbeda.
Read the rest of this entry »

posted under Today | 2 Comments »